Saturday, August 7, 2010

Forum Bahasa Indonesia @ Pentaho

Forum di Pentaho merupakan media diskusi utama bagi komunitas Pentaho di seluruh dunia. Tidak adanya milis (mailing list) dari Pentaho dapat dimaklumi karena aplikasi web forum ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :
  • Privasi dimana email bisa disembunyikan dan cukup menggunakan ID member di forum.
  • Setiap posting tidak langsung di-email. Ini menguntungkan karena dengan makin besarnya anggota komunitas pasti akan mengakibatkan naiknya jumlah posting per hari. Ini tentunya tidak akan membanjiri inbox dan mengganggu kita sebagai member.
  • Search engine friendly.
  • Memiliki tampilan HTML yang lebih baik dibandingkan layanan seperti Yahoogroup maupun Googlegroups.

Dengan melihat beberapa keunggulan ini ditambah cukup banyaknya aktivitas poster asal Indonesia, maka dengan dukungan dari Doug Moran - pendiri dan vice president untuk hubungan komunitas Pentaho  - per hari ini kita sudah mendapatkan forum khusus Bahasa Indonesia (bagian International). Terima kasih Doug !



Alamat URL lengkap untuk forum tersebut adalah sebagai berikut :
http://forums.pentaho.com/forumdisplay.php?303-Bahasa-Indonesia-(Indonesian)

Dengan demikian forum ini akan melengkapi milis Pentaho User Group Indonesia yang telah ada, yaitu http://groups.google.com/group/pentaho-id.  Ini sekaligus juga merupakan pengganti forum diskusi web di Ning yang sudah tidak kami perpanjang hostingnya.

Semoga dengan adanya kedua jenis media ini dapat dimanfaatkan secara maksimal pengguna Pentaho yang berbahasa Indonesia, sehingga implementasi Pentaho dapat berjalan dengan sukses dan bermanfaat bagi pribadi, karir, dan institusi/organisasi/perusahaan Anda masing-masing.


Friday, August 6, 2010

Penutupan Pentaho-ID @ Ning

Sudah beberapa bulan ini Ning - salah satu situs jaringan sosial - mengumumkan akan menutup fasilitas gratisnya dengan tenggat sampai dengan 20 Agustus 2010.

Berhubung Pentaho User Group Indonesia memiliki satu situs di Ning dan PHI-Integration adalah inisiatornya, maka kami perlu meninjau dari sisi cost / benefit yang didapatkan untuk memutuskan apakah perlu meneruskan atau tidak hosting di situs tersebut.



Akhirnya dengan beberapa pertimbangan di bawah ini maka kita putuskan untuk tidak meneruskan lagi layanan hosting di Ning :
  • Aktivitas komunitas Pentaho Indonesia yang rendah di situs tersebut dibandingkan dengan aktivitas di milis pentaho-id@googlegroups.com.
  • Forum yang disusun dengan topik tertentu yang merupakan tujuan awal dibentuknya Ning ini sangat sepi peminat.
  • Keanggotaan komunitas sudah mencapai lebih dari 150, dimana kita harus mengambil plan hosting yang lebih advanced.
  • Tidak adanya spam filtering yang cukup memadai yang dapat memudahkan moderasi.

Untuk Anda yang tetap ingin melakukan diskusi mengenai Pentaho dan Business Intelligence secara umum dapat bergabung di milis pentaho-id@googlegroups.com - yang saat penulisan ini dibuat  sudah mencapai 300 lebih anggota - dengan cara berikut :
Demikian pengumuman ini kami buat untuk para anggota komunitas Pentaho di Indonesia. Semoga bisa bermanfaat.

Tuesday, August 3, 2010

OLAP4J dan Pentaho

Ketika banyak dari project data warehousing selesai, tahap berikutnya adalah menghasilkan laporan analisis / OLAP yang powerful - namun cenderung kompleks - untuk kepentingan strategis berbagai level  manajemen.

Namun aplikasi OLAP apa yang digunakan ? Apakah Microsoft SQL Server Analysis Service (MSAS) ?Mondrian ? Cognos ? PALO ? Produk X lainnya ?

Daftar pilihan ini tentunya akan dipertentangkan satu sama lain dengan berbagai pertanyaan lanjutan :
  • Mana aplikasi / engine analisis yang memiliki performa terbaik ? Apakah tipe engine berpengaruh ? Jika iya, dari tipe MOLAP, ROLAP atau HOLAP mana yang akan digunakan  ? 
  • Selain performa, bagaimana dengan skalabilitas data yang dapat ditangani ?
  • Bagaimana dengan SLA (Service Level Agreement) dari produk tersebut ? SLA mana yang dapat dipercaya ? Proprietary atau open source based ? 
  • Dukungan terhadap standar MDX ? Kemudahan eksensibilitas dari fungsi MDX itu sendiri ? 
  • Client interface yang didukung apa saja ?
  • Total Cost of Ownership ? Apakah cukup efisien dengan efektifitas yang maksimal ?
  • dan lain-lain

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bertambah kompleks atau susah dijawab karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Kondisi tradeoff sering sekali terjadi dimana pilihan akan fitur yang satu akan mengorbankan fitur lainnya.

Berangkat dari situasi tersebut, sudah lama banyak inisiatif agar sistem analisis pelaporan kita tidak tergantung pada satu engine. Sistem tersebut diharapkan dapat berbicara kepada semua engine dengan satu bahasa . Ini dengan tujuan ketika kebutuhan report kita bertambah kompleks yang tidak dapat ditangani mungkin oleh satu produk kita dapat beralih ke lainnya dengan effort  / usaha yang minim.

Dan salah satu inisiatif tersebut datang dari ranah komunitas pengguna platform Java, yaitu OLAP4J.

Apa itu OLAP4J ? 

OLAP4J merupakan standar dan juga driver bagi berbagai analysis engine agar berbicara dalam bahasa yang sama. Anda dapat menganologikan OLAP4J mirip ODBC (Open Database Connectivity) ataupun JDBC (Java Database Connectivity) terhadap Relational Database System  (RDBMS). Bedanya driver ini bekerja terhadap OLAP engine dan dikembangkan di atas platform Java.


Dengan adanya OLAP4J ini maka bisa dipastikan banyak produk client yang akan berkembang karena masalah konektivitas idealnya sudah tidak menjadi masalah. Para developer akan lebih fokus  ke pengayaan fitur produk reporting mereka sendiri ketimbang harus memusingkan perbedaan protokol yang digunakan oleh tiap engine OLAP.

OLAP4J sebelumnya telah mendukung beberapa produk Mondrian dan SQL Server Analysis dengan cukup baik. Dan baru-baru ini platform OLAP yang didukung bertambah, yaitu PALO dan SAP BW.

Pentaho merupakan produk open source BI yang berbasiskan Java dan saat ini didukung dengan intensif oleh PHI-Integration. Otomatis karena berjalan di atas Java, Pentaho dapat memanfaatkan OLAP4J secara penuh di dalam jajaran produknya.

Berita yang sangat baik adalah Pentaho memang mendukung pengembangan OLAP4J ini dan malah merupakan inisiator project ini  melalui pendiri project Mondrian, Julian Hyde.

Dengan makin matangnya OLAP4J sebagai standar dan produk  serta dukungan yang luas dari produk Pentaho yakni Pentaho Data Integration (PDI), Pentaho Reporting dan Pentaho Analysis Tool (PAT) menjadikan Pentaho sebagai reporting client yang patut diperhitungkan dengan alasan yang telah dikemukakan sebelumnya.

Kelebihan dari tiap produk OLAP yang telah didukung OLAP4J dapat dimaksimalkan oleh Pentaho melalui mekanisme integrasi / konsolidasi data atau diekspose melalui  reporting tool yang mudah dideploy ke dalam web based interface (Pentaho BI Server).

PHI-Integration menyambut dengan baik perkembangan yang luar biasa dari komunitas open source di ranah BI ini. Karena dengannya, kita menjadi makin siap untuk melakukan eksplorasi dan memberikan pilihan yang juga makin baik kepada client, komunitas  maupun stakeholder kita.

Saturday, June 19, 2010

Pentaho Data Integration 3.2 : Beginner's Guide



Tidak bisa dipungkiri lagi,  Pentaho Data Integration (PDI) atau Kettle adalah primadona di proyek Pentahodan merupakan salah satu utilitas ETL terbaik di pasaran saat ini.

Sudah dua tahun ini Kettle membantu PHI memecahkan banyak kasus pengolahan data yang sulit dan melibatkan banyak sumber data. Sebagai konsultan dan trainer data warehouse, hampir tidak ada kasus yang tidak dapat dipecahkan oleh Kettle baik dari sisi solusi maupun performa

Di samping itu saya sendiri sudah lama menunggu datangnya buku yang cukup komprehensif untuk PDI ini. Dan akhirnya penantian itu datang juga dengan terbitnya buku dari Packt publishing dengan judul "Pentaho Data Integration 3.2 : Beginner's Guide".

Buku ini merupakan karangan María Carina Roldán yang merupakan salah satu kontributor artikel tutorial PDI di wiki Pentaho. Terima kasih saya sampaikan kepada Packt karena diberi kesempatan untuk mereview versi e-book buku tersebut pada bulan ini.

Kesan positif langsung hinggap di diri saya ketika telah membaca daftar isi dan bab awal buku ini, beberapa pertanyaan dasar dan sering diajukan langsung terjawab dengan penjelasan singkat dan jelas :

"Apa sih itu ETL ? "

"Kenapa data warehouse membutuhkan utilitas ETL ? "

"Pentaho Data Integration sebagai ETL "

Kesan positif tadi kemudian berlanjut dengan konsisten melalui contoh  : Hello World versi ETL / Kettle. Dari contoh tersebut langsung diekspresikan berbagai konsep dasar Spoon (utilitas grafis Kettle) :
- Cara menjalankan Spoon
- Pembentukan Step
- Row / Hop
- Running / Preview
- Membaca log console

Sangat dasar sehingga user dapat langsung memahami apa yang terjadi. Ini dimungkinkan karena penjelasan dilengkapi dengan banyak screenshot pengerjaan dan gambar/skema konsep yang jelas. Sesuatu yang kadang membutuhkan beberapa saat dari peserta untuk mendapatkan gambaran yang sama pada sesi training yang kami lakukan.

Penyampaian pada saat memasuki sesi praktis juga sangat baik, satu per satu contoh disampaikan dengan instruksi penggunaan "step" Kettle yang digunakan. Baru kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dari apa yang telah dilakukan. Ini mengakibatkan buku tidak menjadi terlalu bertele-tele.

Konsistensi penyampaian terjaga terus sampai dengan bab-bab berikutnya. Halaman-halaman pada buku   tetap kaya akan screenshot dan gambar / skema konsep.

Urutan source data yang dibahas juga sangat bertahap. Dimulai dari pengolahan file teks, XML, spreadsheet / Excel, relational database / MySQL, dan sampai akhirnya pada pembentukan datamart.

Akhir kata, tanpa bermaksud berpromosi terlalu berlebihan buku ini sangat direkomendasikan buat pembaca yang baru akan mengenal Pentaho Data Integration. Bahkan pengguna lama sekalipun akan banyak  mendapatkan manfaat dari buku ini.

Tertarik ? Silahkan mengunjungi situs buku ini atau download bab contoh dalam format PDF : "Developing and Implementing a Simple Datamart".


Monday, February 16, 2009

Pentaho dan Gartner Magic Quadrant for BI Platforms 2009

Gartner pada tahun 2009 ini telah mengeluarkan laporan Magic Quadrant-nya untuk BI Platforms dan walaupun Pentaho belum masuk ke quadrant tersebut dikarenakan profit-nya belum bisa menyamai produk proprietary namun adaptasinya makin meluas dan diakui bahkan melampaui vendor-vendor besar lainnya.


Berikut adalah cuplikan laporan untuk Pentaho :


Pentaho, after just four years in existence, has put together a comprehensive open-source BI platform that includes data integration and data mining capabilities. In 2008, Pentaho was noticeably more aggressive, openly competing against traditional BI platform vendors. Like Jaspersoft, Pentaho is affordable and also offers a subscription-based model that avoids an initial large payment for the software license. Some of the significant features Pentaho introduced in 2008 include an automatic table designer that analyzes relational schemas and data patterns, performs a cost-benefit analysis of aggregation at different levels, and generates and populates those aggregate tables. Despite a handful of large customers, Pentaho reference survey respondents more frequently indicated that they had more departmental deployments (versus enterprisewide) and smaller data volumes compared with the other vendors.

Apa ini artinya bagi pengguna BI dan implementornya ?

Tentunya ini makin menguatkan Pentaho sebagai produk BI yang sudah sangat layak digunakan di berbagai level kelas bisnis baik middle maupun enterprise level. Sebagai partner Pentaho saya ingin mengapresiasi kerja keras dari seluruh tim Pentaho sehingga dapat mencapai hal yang saya anggap sebagai kesuksesan besar.


Untuk lebih lengkapnya mengenai laporan ini dapat dilihat di halaman laporan Gartner yang beralamat di http://mediaproducts.gartner.com/reprints/sas/vol5/article8/article8.html.

Informasi lebih lanjut mengenai Pentaho dapat menghubungi kami di info@phi-integration.com.

Atau Anda bisa bergabung bersama komunitas kami di http://pentaho-id.ning.com dan http://groups.google.com/group/pentaho-id.

Feris Thia
Business Intelligence Consultant

Saturday, February 7, 2009

PHI-Minimart : Contoh Database Retail Indonesia

Pada beberapa bulan yang lalu kami memberikan pengumuman di blog ini suatu inisiatif proyek bertajuk SampleData.org yang tujuannya untuk menghasilkan contoh database yang bisa digunakan untuk umum secara bebas.

Akhirnya pada tanggal 2 Februari 2009 ini kami dapat memberikan rilis pertama dari proyek ini, yaitu contoh database PHI-Minimart versi 0.1. Contoh database ini mengambil skenario jaringan retailer dengan cabang di seluruh Indonesia yang menjual berbagai buah, sayuran dan makanan lainnya.



Pada versi ini fokus contoh data adalah pada modul penjualan sangat sederhana namun cukup digunakan untuk melihat data penjualan dalam berbagai dimensi yaitu :
  • dimensi waktu
  • performa cabang
  • performa karyawan
  • performa produk

Database ini terdiri dari  8 tabel berupa 7 tabel master dan 1 tabel transaksi.Untuk rincian lebih lanjut dari contoh ini dan paket yang bisa di-download silahkan kunjungi project hosting nya di http://code.google.com/p/sampledata/.



Sunday, January 18, 2009

Business Intelligence & Open Source : Solusi di Masa Krisis ?

Dengan terjadinya krisis yang mengglobal saat ini membuat para banyak pelaku bisnis kembali mereorganisasi perusahaannya untuk mencapai 2 hal supaya bertahan :
1. Efisiensi - dengan banyak melakukan pos penghematan dimana-mana2
2. Efektifitas - fokus pada pekerjaan dan proyek yang menjadi kompetensi utamanya

Namun untuk mencapai dua tujuan tersebut, ada pertanyaan penting yang sebelumnya harus dijawab :

"Bagaimana posisi bisnis kita saat ini ?"

Kenapa pertanyaan ini penting ? Karena ini akan memetakan tindakan-tindakan yang kita perlukan terhadap organisasi bisnis kita termasuk stakeholder seperti customer, pemegang saham, dsbnya...

Dari satu pertanyaan itu akan muncul jawaban untuk hal-hal berikut ini :
  • Apa bisnis utama kita ? Apa yang sebenarnya dijual ? Apakah kita sudah terlalu ekspansif tanpa kontrol ?
  • Mana produk yang sebenarnya paling menguntungkan dan masih bersifat jangka panjang untuk perusahaan ?
  • Bagaimana dengan perkembangan saingan kita ?
  • Bagaimana rantai suplai di perusahaan kita ? Apakah lancar, sering kekurangan/kelebihan suplai? Bagaimana tingkah laku supplier kita ?
  • Jika lingkungan bisnis sangat sehat, bagaimana kinerja organisasi kita ? Bagian mana berkinerja paling bagus ? Apakah faktor kepemimpinan pemicunya ?Apakah kita kelebihan karyawan ? Bagian mana yang paling tidak produktif dan tidak menghasilkan dalam setahun belakangan dan untuk setahun ke depan ?
  • Dan pertanyaan seabrek lainnya...

Semua perspefktif analisis ini perlu dilihat untuk mencari solusi efisiensi dan efektifitas yang paling tepat. Hal-hal inilah yang makin penting di masa krisis ini ...

Dan hal-hal ini yang dicoba dijawab dalam disiplin Business Intelligence (BI).

Pemanfaatan teknologi BI oleh client kami semakin dirasakan manfaatnya karena bukan saja dapat menjawab hal tersebut di atas. Tapi juga menjawabnya dalam waktu yang relatif singkat sehingga efisien waktu tercapai.

Namun kendala pemanfaatan BI selama ini adalah solusi BI terkenal sangat mahal baik dalam hal akusisi teknologi maupun dalam maintenance (pemeliharaannya). Coba lakukan penelitian berapa banyak UKM yang memanfaatkan solusi BI seperti Cognos, Hyperion atau Business Objects? Saya rasa sangat sedikit apalagi di Indonesia.

Tapi mungkin saja era itu akan segera berlalu dengan munculnya project-project BI yang reliable (mampu memecahkan masalah), affordable (terjangkau) untuk akusisinya dan bersifat open source sehingga mudah dalam pemeliharaannya.

Beberapa perusahaan dan project yang termasuk di dalam kategori ini diantaranya

Dengan customer base yang makin berkembang dan disinggung dalam berbagai literatur solusi bisnis terkemuka seperti Gartner maka produk-produk seperti ini makin menunjukkan eksistensinya dan layak untuk dipertimbangkan.

Sebagai contoh, berikut di bawah ini adalah gambar pengunaan data analisis berbasis web. (Mondrian OLAP Server) Pada gambar terlihat bahwa kita dapat menganalisis jumlah penjualan dibandingkan dengan pengeluaran dan profit dari sisi :
  • Produk
  • Pelanggan (Customer)
  • dan Status Pernikahan dari Customer (Marital Status)


"Terjangkau Tetapi Tidak Murahan"

Begitu mungkin kata yang tepat untuk solusi Open Source BI. Terjangkau tetapi dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di awal artikel. Tentunya dengan data-data yang akurat dan dengan paket utilitas yang powerful.

NB : Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Open Source BI ini dapat mengikuti diskusi melalui milis kami di http://groups.google.com/group/pentaho-id.